Persebaya Juara Piala Presiden 2026 setelah Taklukkan Persib lewat Adu Penalti

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 setelah Taklukkan Persib lewat Adu Penalti
Foto : Official dan Team serta Pemain Persebsya merayakan kemenangan di Podium (foto oleh akun FB Persebaya Surabaya)
Persebaya Juara Piala Presiden 2026 setelah Taklukkan Persib lewat Adu Penalti

GIANYAR, FileNews.id - Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026) malam.

Kemenangan tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir. Persebaya unggul lebih dahulu melalui Ramadhan Sananta pada menit ke-19, sebelum Persib menyamakan kedudukan lewat Patricio Matricardi lima menit berselang.

Gol Cepat Berbalas
Persib berusaha menguasai permainan sejak awal dengan membangun serangan dari lini belakang. Persebaya merespons melalui permainan langsung yang mengandalkan kecepatan para pemain depan.

Persebaya memecah kebuntuan pada menit ke-19. Ramadhan Sananta berhasil menuntaskan serangan Bajul Ijo dan membawa timnya unggul 1-0.

Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Pada menit ke-24, Patricio Matricardi memanfaatkan peluang di area pertahanan Persebaya untuk mencetak gol penyeimbang bagi Persib.

Setelah kedudukan menjadi 1-1, kedua tim saling bertukar serangan. Persib lebih banyak menguasai bola, sedangkan Persebaya mengandalkan serangan balik cepat. Tidak ada gol tambahan hingga babak pertama berakhir.

Pertandingan Berlanjut
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan. Persib memasukkan Hamra Hehanusa, Dedi Kusnandar, Mariano Peralta, dan Julio Cesar.
Persebaya juga memberikan kesempatan bermain kepada Ricky Pratama, Yann Mabella, Toni Firmansyah, serta Gledson. Sananta ditarik keluar pada menit ke-81 setelah mencetak gol pembuka.

Kedua tim terus berusaha mencetak gol kedua, tetapi pertahanan masing-masing mampu meredam peluang yang tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Persib Bermain dengan Sepuluh Pemain
Persib harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada menit ke-112. Persebaya kemudian berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol penentu.

Namun, disiplin pertahanan Persib membuat Persebaya kesulitan menemukan ruang. Hingga 120 menit pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Menjelang adu penalti, Persib mengganti Teja Paku Alam dengan Fitrah Maulana pada menit ke-120+1.

Reza Arya Jadi Penentu
Drama adu penalti berlangsung ketat. Reza Arya Pratama langsung memberikan keuntungan bagi Persebaya setelah menggagalkan tendangan Uilliam Barros sebagai eksekutor pertama Persib.

Persebaya sempat memiliki peluang untuk memastikan kemenangan setelah para eksekutornya menjalankan tugas dengan baik. Namun, tendangan Yuran Fernandes pada kesempatan kelima berhasil ditepis Fitrah Maulana sehingga skor kembali imbang 4-4.
Adu penalti berlanjut ke fase sudden death. Dedi Kusnandar membawa Persib unggul 5-4, tetapi José Mota kembali menyamakan kedudukan untuk Persebaya.

Penentuan terjadi pada penendang ketujuh. Reza Arya kembali tampil sebagai penyelamat Bajul Ijo setelah menggagalkan tendangan Hamra Hehanussa. Gledson Paixão kemudian menuntaskan tugasnya dengan menjebol gawang Fitrah Maulana.

Persebaya menang 6-5 dalam adu penalti dan memastikan gelar Piala Presiden 2026.

Gelar Perdana Persebaya
Trofi ini menjadi gelar Piala Presiden pertama bagi Persebaya. Pada edisi 2019, Bajul Ijo juga mencapai final, tetapi harus puas menjadi runner-up setelah kalah dengan agregat 2-4 dari Arema FC.

Persebaya menempuh perjalanan panjang menuju gelar juara. Di fase grup, tim asuhan Bernardo Tavares menyapu bersih tiga pertandingan melawan Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC. Persebaya kemudian menyingkirkan Arema FC dengan skor 1-0 pada semifinal sebelum menaklukkan Persib di partai puncak.

(Rophy Pareno)

File