Wani Lepas Jaket, Wani Jogo Suroboyo: Ojol Surabaya Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Lawan Narkoba

Wani Lepas Jaket, Wani Jogo Suroboyo: Ojol Surabaya Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Lawan Narkoba
Foto : Ketua Umum ARSAS (Arek Suroboyo Asli) dan Panitia serta Driver Ojol R2 di Lokasi Acara

SURABAYA, FileNews.id - Deru mesin dan hiruk-pikuk jalanan Surabaya akan berganti tawa dan sorak di pertengahan Agustus ini. Puluhan hingga ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas ARSAS (Arek Suroboyo Asli) memutuskan melepas jaket sejenak dari rutinitas aspal untuk berkumpul merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia lewat Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 Tahun Ojek Online Surabaya—acara yang menggabungkan semangat persahabatan, permainan tradisional, dan kampanye sosial.

Pesta rakyat untuk para “pahlawan jalanan” ini berlangsung selama lima hari, 12–16 Agustus 2026, di Kolam Renang Jambore Play Land, Jambangan. Setiap sore, mulai pukul 14.00 hingga 19.00 WIB, area acara diubah menjadi arena lomba dan ruang berkumpul: balap karung, tarik tambang, lomba makan kerupuk, serta rangkaian permainan khas 17-an lainnya yang mengundang tawa dan memupuk kebersamaan. Panitia menyiapkan ratusan hadiah serta door prize untuk menambah semangat peserta.

Lebih dari sekadar hiburan, acara ini membawa pesan kuat: “Wani Lawan Narkoba! Wani Jogo Suroboyo!”—gabungan slogan khas Bonek dan Arek Suroboyo yang menegaskan komitmen komunitas ojol terhadap gaya hidup sehat dan keamanan kota. Seluruh pengemudi ojol se-Surabaya diundang ambil bagian, tanpa membedakan platform atau afiliasi komunitas, sebagai wujud solidaritas lintas-suku dan profesi.

“Kami ingin merayakan kemerdekaan bersama, tanpa membedakan bendera aplikasi atau komunitas. Semua ojol di Surabaya adalah saudara. Lewat kegiatan ini, kita juga ingin menunjukkan bahwa komunitas ojol siap bersatu melawan narkoba dan menjaga ketertiban kota,” ujar Herry Bimantara, penanggung jawab acara.

Pendanaan acara berasal dari kas komunitas ARSAS dengan dukungan beberapa sponsor—yang juga anggota ARSAS—menunjukkan model pembiayaan gotong-royong internal yang memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab kolektif. Keterlibatan sponsor lokal membantu mewujudkan skala kegiatan yang meriah sekaligus terjangkau bagi partisipan.

Tujuan yang jelas dan terukur menjadi dasar penyelenggaraan. Dari daftar tujuan lomba ARSAS terlihat kombinasi misi sosial dan pengembangan kapasitas personal, antara lain:
Menjadi wadah menyalurkan bakat, minat, kreativitas, dan potensi peserta.Mendorong semangat berprestasi lewat kompetisi sehat, positif, dan sportif.


Menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kepercayaan diri, serta sikap saling menghargai.
Mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan antar peserta dan unsur ARSAS.
Memberikan pengalaman edukatif, inspiratif, dan menyenangkan.


Mendukung pembinaan generasi yang aktif, kreatif, berkarakter, dan siap mengembangkan kemampuan.
Menanamkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba serta mendorong sikap “Wani Tolak Narkoba.”


Mengajak generasi muda memilih kegiatan positif dan produktif sebagai wujud menjauhi narkoba.
Menumbuhkan semangat “Wani Jogo Suroboyo” untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan kota.


Membentuk kepedulian terhadap lingkungan sosial serta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Mewujudkan komitmen ARSAS dalam menghadirkan kegiatan positif yang bermanfaat dan mendukung lingkungan yang sehat, aman, tertib, dan bebas narkoba.

Dari pangkalan penjemputan hingga taman rekreasi, acara ini memberi ruang bagi para driver untuk bertukar cerita, jaringan, dan pengalaman—mengubah narasi mereka dari sekadar pekerja lapangan menjadi pelaku masyarakat yang aktif dan peduli.

Kehadiran ojol dari berbagai penjuru Surabaya juga memberi dimensi sosial-ekonomi: mereka bukan hanya penyedia layanan, tetapi bagian dari komunitas kota yang berkontribusi pada kehidupan publik.

Jika berjalan lancar, Gebyar Kemerdekaan ARSAS berpotensi menjadi agenda tahunan yang memperkuat jaringan sosial antar-pengemudi, sekaligus platform kampanye antinarkoba yang menjangkau khalayak luas melalui kekuatan komunitas. Dalam sehari-hari mereka kembali mengenakan jaket, namun pengalaman berkumpul ini diharapkan menanamkan nilai dan komitmen yang bertahan lama.

(Rophy Pareno)