Menyemai Minat Baca di SD Muhammadiyah 13 Surabaya

Menyemai Minat Baca di SD Muhammadiyah 13 Surabaya
Foto: Murid SDM 13 Surabaya antusias dengan kedatangan Mobil Perpustakaan Keliling

SURABAYA, FileNews.id - Selasa pagi, 11 Agustus 2026, halaman SD Muhammadiyah 13 Surabaya berubah menjadi titik temu yang berwarna. Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar berubah lebih hidup ketika sebuah mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya merapat, membuka pintu, dan menumpahkan ratusan buku ramah anak yang segera menarik perhatian murid-murid dari berbagai kelas.

Ratusan siswa berbondong-bondong mengerumuni armada tersebut. Di bawah naungan pepohonan dan di sudut-sudut lapangan sekolah, tampak anak-anak asyik memilih judul, membolak-balik halaman, dan sesekali tersenyum saat menemukan cerita yang menarik.

Adegan-adegan sederhana itu menggambarkan antusiasme yang lebih dari sekadar kegiatan pinjam-meminjam buku: ini adalah pertemuan langsung anak-anak dengan dunia bacaan di luar meja kelas mereka.

Menurut Titok, petugas perpustakaan bergerak dari Dinas Kota Surabaya, layanan jemput bola ini merupakan program rutin yang dijadwalkan setiap tiga bulan. "Mobil perpustakaan ini kami operasikan bergiliran ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah Surabaya," ujarnya sambil mendampingi anak-anak memilih bacaan.

Ia menambahkan bahwa koleksi yang dibawa diseleksi khusus untuk usia sekolah dasar: buku bergambar, ensiklopedia anak, biografi pahlawan, dan buku pengetahuan umum yang dikemas menarik dan edukatif.

Tujuan program, kata Titok, tak hanya memfasilitasi akses buku. "Kami ingin menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini lewat suasana yang menyenangkan dan interaksi nonformal di luar kelas," jelasnya. 

Pendekatan itu, menurutnya, membantu mengubah bacaan dari kewajiban menjadi pilihan yang dinikmati anak.


Pihak sekolah menyambut inisiatif itu dengan apresiasi. Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kota Surabaya atas konsistensi dan perhatian mereka terhadap pengembangan budaya literasi di tingkat dasar.

Menurutnya, kunjungan perpustakaan keliling memperkaya sumber belajar dan memberi variasi pembelajaran yang menyegarkan bagi siswa yang sehari-hari terikat dengan rutinitas kelas.


Guru dan tenaga pendidik juga melihat manfaat praktis: kegiatan ini memberi materi pembelajaran tambahan, mendorong diskusi kelas, dan memicu proyek kecil seperti klub baca dan laporan buku sederhana yang bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Siswa yang awalnya enggan membaca di rumah, terlihat lebih termotivasi setelah memegang buku yang sesuai minat mereka.

Dengan kunjungan yang berjalan lancar hari itu, harapan bersama baik dari dinas maupun sekolah adalah tumbuhnya minat baca yang konsisten sehingga literasi menjadi bagian dari gaya hidup anak-anak.

Jika kebiasaan ini terus dipupuk, program sederhana seperti mobil perpustakaan keliling diyakini dapat berkontribusi pada pembentukan generasi muda Surabaya yang lebih kritis, cerdas, dan berwawasan luas.

(Rophy Pareno)