Gunung Tak Pernah Memilih Siapa yang Mendaki, Tetapi Perjalanan Akan Menguji Siapa yang Mampu Bertahan

Gunung Tak Pernah Memilih Siapa yang Mendaki, Tetapi Perjalanan Akan Menguji Siapa yang Mampu Bertahan

FileNews.id, Opini - Gunung tidak pernah bertanya siapa yang datang. Ia tidak peduli apakah yang mendaki seorang pejabat, pengusaha, orang kaya, orang biasa, terkenal atau bahkan seseorang yang namanya tak pernah dikenal siapa pun.

Di ketinggian, Kesombongan perlahan kehilangan tempat. Jabatan, kekayaan, popularitas dan berbagai pencapaian yang selama ini dibanggakan seolah tidak lagi memiliki arti sebesar yang kita bayangkan. Yang tersisa hanyalah diri sendiri dengan segala kelemahan, ketakutan, harapan dan kemampuan untuk terus melangkah.

Kehidupan pun bekerja dengan cara yang sama. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai perjalanan, tetapi tidak semua orang memiliki kekuatan untuk bertahan, ada banyak tanjakan yang harus dilewati seperti kegagalan, kehilangan, penghianatan, kesulitan ekonomi, rasa kecewa, perpisahan, bahkan kegagalan mencapai sesuatu yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun.

Karena itu, Perjalanan kehidupan sesungguhnya bukan perlombaan untuk mengalahkan orang lain. Tidak penting siapa yang lebih cepat sampai. Tidak penting siapa yang paling kuat terlihat. Yang jauh lebih penting adalah apakah kita mampu menaklukkan rasa menyerah yang berkali-kali datang dalam diri sendiri.

Dan ketika akhirnya sampai di puncak, barangkali yang paling berharga bukan pemandangan yang terbentang di depan mata. Melainkan kesadaran, bahwa selama ini, gunung terbesar yang harus ditaklukkan ternyata bukan berada di luar diri kita, melainkan ada di dalam diri sendiri.

(BAGUS)