PARFI Jatim Perkuat Peran sebagai Wadah Insan Perfilman: “Mari Bangun Industri Kreatif yang Solid dan Berintegritas”

PARFI Jatim Perkuat Peran sebagai Wadah Insan Perfilman: “Mari Bangun Industri Kreatif yang Solid dan Berintegritas”
Foto : Ketua PD PARFI Jatim Wira Lina, S.E., M. Si.

SURABAYA, FileNews.id - Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Pengurus Daerah Jawa Timur terus memperkuat komitmennya sebagai wadah resmi bagi seluruh insan perfilman dan industri kreatif di wilayah Jatim. Hal ini ditegaskan oleh Ketua PD PARFI Jatim, Wira Lina, S.E., M.Si., dalam sambutannya yang dipublikasikan di website resmi organisasi tersebut.

“Selamat datang di website resmi PD PARFI Jawa Timur. Website ini hadir sebagai media informasi, komunikasi, edukasi, dan kolaborasi bagi seluruh insan perfilman dan industri kreatif,” ujar Wira Lina dalam pesan pembuka yang sarat makna bagi perkembangan perfilman daerah. 

Transformasi Digital untuk Kolaborasi Kreatif
Langkah PARFI Jatim menghadirkan website resmi menandai transformasi digital organisasi yang telah berdiri sejak 1956 ini.  Platform digital ini dirancang tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang dinamis antara pelaku industri, mulai dari aktor, sutradara, penulis naskah, hingga pekerja teknis di balik layar.

Wira Lina menekankan bahwa website ini menjadi instrumen strategis dalam membangun ekosistem perfilman Jatim yang lebih terstruktur. “Mari bersama-sama membangun PARFI Jawa Timur yang solid, profesional, kreatif, dan berintegritas untuk memajukan perfilman Jawa Timur dan Indonesia,” tambahnya dengan semangat kolaboratif.

Jejak Kepemimpinan Wira Lina di PARFI Jatim
Wira Lina bukanlah nama baru dalam kancah perfilman Jawa Timur. Sebagai Ketua PD PARFI Jatim, ia telah lama aktif dalam berbagai inisiatif pengembangan industri kreatif daerah. 

Pengalamannya dalam memimpin organisasi ini terlihat dari berbagai program yang telah digulirkan, termasuk dukungan terhadap pengembangan karya film berkearifan lokal.
Pada 2017, PARFI Jatim di bawah kepemimpinannya pernah menyepakati pengembangan karya film yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas budaya Jatim. 

Langkah ini sejalan dengan visi PARFI untuk tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga garda terdepan dalam pelestarian dan promosi budaya melalui medium sinema.

Peran Strategis PARFI dalam Ekosistem Perfilman memiliki sejarah panjang dalam membina dan melindungi hak-hak pekerja seni film di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 10 Maret 1956 dan hingga kini terus berevolusi menyesuaikan dengan dinamika industri kreatif yang semakin kompleks.

Di Jawa Timur, PARFI memainkan peran ganda: sebagai organisasi profesi yang mengatur standar kompetensi dan etika, sekaligus sebagai fasilitator yang menghubungkan talenta lokal dengan peluang industri. Keberadaan Lembaga Sensor Film (LSF) perwakilan Jatim yang dilantik dengan dukungan PARFI pada 2017 menjadi bukti konkret peran strategis organisasi ini dalam ekosistem perfilman. 

Tantangan dan Peluang Perfilman Jatim
Industri perfilman Jawa Timur menghadapi tantangan unik di era digital. Di satu sisi, akses terhadap teknologi produksi semakin terbuka, memungkinkan lebih banyak kreator muda untuk berkarya. Di sisi lain, kompetisi semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global.

Wira Lina menyadari bahwa soliditas dan integritas menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini. “PARFI Jatim harus menjadi rumah bagi semua insan perfilman, tempat di mana kreativitas dihargai, profesionalisme dijaga, dan kolaborasi dibangun,” ujarnya. 

Program Unggulan dan Arah Kebijakan
Ke depan, PARFI Jatim berencana memperkuat beberapa program unggulan, antara lain:
Edukasi dan Pelatihan: Workshop dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas anggota, termasuk dasar-dasar acting, produksi film, dan manajemen industri kreatif.
Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan: Menjalin kemitraan dengan sekolah dan kampus untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda sejak dini.
Dukungan Produksi Lokal: Memfasilitasi produksi film berkearifan lokal yang dapat menjadi identitas budaya Jatim di kancah nasional.
Advokasi dan Perlindungan: Memastikan hak-hak anggota terlindungi dalam setiap proyek produksi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Salah satu fokus utama PARFI Jatim adalah membangun sinergi antara biro produksi dengan biro pendidikan dan seni budaya di berbagai institusi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana talenta muda mendapatkan kesempatan untuk magang, belajar, dan akhirnya berkontribusi dalam industri profesional.

“Sinergi ini bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membangun jaringan yang berkelanjutan,” tambah Wira Lina.

Dalam penutup sambutannya, Wira Lina kembali mengajak seluruh insan perfilman Jatim untuk bersatu padu. “Mari bersama-sama membangun PARFI Jawa Timur yang solid, profesional, kreatif, dan berintegritas,” ujarnya dengan nada optimistis.

Website resmi PARFI Jatim yang dapat diakses di www.parfijatim.com menjadi pintu masuk bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam gerakan ini. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap profesionalisme, PARFI Jatim optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perfilman Indonesia.

Tentang PARFI Jatim
Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Pengurus Daerah Jawa Timur adalah organisasi profesi yang menghimpun insan perfilman dan industri kreatif di wilayah Jawa Timur. Didirikan sejak 1956, PARFI berkomitmen untuk membina, melindungi, dan memajukan industri perfilman Indonesia, khususnya di tingkat daerah. 
Kontak Media:
PD PARFI Jawa Timur
Website: www.parfijatim.com


(Rophy Pareno)