Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan: Pameran Tunggal Lukisan Lutfi Satako di Quds Royal Hotel Surabaya
SURABAYA, FileNews.id - Resto Delima, lobi Quds Royal Hotel Surabaya, berubah menjadi ruang temu seni saat pameran tunggal lukisan Lutfi Satako resmi dibuka pada Kamis, 13 Agustus 2026. Bertajuk "Merawat Peradaban Mengisi Kemerdekaan", pameran ini menyatukan karya visual, tari tradisional, dan fragmen teater sejarah sebagai upaya merawat memori kolektif sekaligus merayakan kemerdekaan.
Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan penampilan tari jathil yang memikat. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari manajemen hotel, pernyataan institusional dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, serta pengukuhan simbolis lewat pemukulan gong dan goresan kuas bersama.
Pungky Kusuma, General Manager Quds Royal Hotel Surabaya, menyampaikan rasa terima kasih kepada tamu undangan dan mitra yang terlibat. "Kami berbahagia dapat menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman lokal. Pameran ini merupakan bagian dari komitmen hotel untuk terus mendukung kegiatan seni dan kebudayaan, serta menjalin kolaborasi dengan komunitas kreatif, media, dan pemerintahan," ujar Pungky.
Ia juga memperkenalkan hidangan baru yang menjadi bagian dari rangkaian acara—paket Nasi Madura—sebagai upaya mengangkat kuliner lokal sembari menikmati pameran.
Di hadapan hadirin, Lutfi Satako mengungkapkan bahwa pameran ini lahir dari keinginan berkelanjutan untuk berkarya, sekaligus momentum peringatan kemerdekaan. "Sebagai perupa, kami berkarya untuk mengingatkan nilai-nilai sejarah dan memotivasi generasi muda melalui bahasa visual. Kolaborasi lintas seni—teater, tari, dan lukis—memperkaya pengalaman apresiasi," kata Lutfi.
Pada hari pembukaan, Lutfi juga menorehkan sketsa awal yang kemudian akan dilanjutkan menjadi karya penuh di kanvas.
Hadir sebagai wakil pemerintah, Sadari, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, menegaskan relevansi tema pameran dengan tugas pemajuan kebudayaan. "Pelestarian warisan budaya termasuk seni rupa menjadi bagian dari amanat Undang‑Undang Pemajuan Kebudayaan. Pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku seni memiliki peran bersama dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan," ujar Sadari.
Ia menambahkan bahwa 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, termasuk seni pertunjukan dan seni rupa, menjadi pijakan kerja bersama untuk memperkuat jati diri bangsa.
Selain lukisan, rangkaian acara menampilkan fragmen teater berjudul "Merah Putih Pertama di Angkasa Surabaya"—sebuah penggambaran singkat tentang pengibaran bendera merah putih di Surabaya pada Agustus 1945.
Fragmen itu diperankan oleh kru hotel yang berperan sebagai Teater Anak Bangsa dan disutradarai oleh Edy Marga. Edy menjelaskan bahwa pertunjukan singkat tersebut sengaja dipentaskan sebagai media edukasi dan penguatan nilai patriotisme agar peristiwa sejarah tidak hilang dari ingatan kolektif generasi muda.
Menghubungkan seni dan industri perhotelan
Pihak manajemen hotel menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem industri kreatif. "Hotel dan seni saling berkaitan; kami ingin menjadi ruang yang mendorong pelaku seni agar karya mereka mendapatkan panggung dan apresiasi," kata Pungki, perwakilan manajemen.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen membuka undangan bagi komunitas dan pelaku seni untuk berkolaborasi dalam program-program berikutnya.
Pameran akan berlangsung hingga 27 Agustus 2026, terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB di De Lima Resto Gallery, lobi Quds Royal Hotel Surabaya. Pada hari pembukaan, pengunjung berkesempatan mendapatkan sketsa wajah dengan harga khusus dari Lutfi Satako.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kami membuka Pameran Tunggal Lukisan Lutfi Satako: 'Merawat Peradaban Mengisi Kemerdekaan'. Semoga pameran ini memberi inspirasi dan memperkuat penghargaan kita terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa," demikian sambutan singkat dari perwakilan penyelenggara sebelum gong prosesi pembukaan dipukul.
Acara ditutup dengan jamuan bagi tamu undangan: Nasi Madura dan sajian minuman, sementara pengunjung menikmati karya-karya yang dipamerkan. Inisiatif seperti ini menegaskan peran ruang publik—termasuk hotel—sebagai medium penting dalam menumbuhkan ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan di kota ini.
Informasi tambahan
Pameran: Lutfi Satako — "Merawat Peradaban Mengisi Kemerdekaan"
Tempat: Delima Resto , Quds Royal Hotel Surabaya
Tanggal: 13–27 Agustus 2026
Jam: 10.00–21.00 WIB
Keterangan: Terbuka untuk umum
(Rophy Pareno)


